Entrepreneur
Profit pertamaku 10ribu rupiah
Terus terang sebagai seorang karyawan rendahan, saya juga memiliki impian ingin memiliki rumah idaman, mobil untuk berekreasi bersama keluarga, naik haji dengan istri dan orang tua. Wah… ngimpi disiang bolong! kata istriku. Pada waktu saya sadar dengan kondisi saya, bagaimana mungkin bisa memiliki impian-impian tersebut jika mengandalkan gaji saya sebagai seorang staf bawahan.
Saya harus berbisnis…!!!! Tapi hati ini bergumam… tapi gimana caranya…kalo rugi gimana? Kebetulan saya punya paman yang membuat es Kacang hijau dan sore itu saya telpon paman saya untuk memesan 20 es kacang hijau. Besok harinya bismillah saya mulai action, saya bawa 20 es kacang hijau tersebut kekantor tempat saya bekerja. Wuih..terus terang rasanya muka ini memerah karena malu pada saat menawarkan dagangan ini keteman-teman dan para bos dikantor. Alhamdulillah rata-rata saya bisa membawa pulang keuntungan 10-20ribu/hari. Sayangnya manisnya bisnis es kacang ijo ini berhenti karena bulan ramadhan. Saya langsung puter otak di bulan ramadhan ini bisnis apa ya..? Kebetulan dikantorku banyak ibu-ibu yang memiliki anak balita. Akhirnya saya mendapat ide bisnis, jualan baju anak muslim ahh…
Saya langsung action lagi, saya buka koran poskota dan akhirnya saya melihat iklan “Dicari agen baju anak-anak muslim dan branded”. Pucuk dicinta ulam pun tiba, dan saya langsung sampaikan ide ini ke istri. Pas hari libur saya dan istri langsung ke lokasi, dan alangkah terkejutnya hati ini. Wew..ternyata modalnya besar juga dan bisa menghabiskan isi tabungan saya saat itu. Akhirnya saya coba nego ke pemilik, bahwa saya ingin jualan baju ini cuma modal saya tidak cukup. Alhamdulillah Allah memberikan kemudahan, sang pemilik mengijinkan kami untuk belanja sejumlah 2,5 juta tapi dengan diskon agen. Besok paginya saya langsung bawa kekantor dan istri saya juga bawa untuk ditawarkan ke teman-temannya. Alhamdulillah, bisnis baju anak muslim untungnya lebih manis daripada jualan es kacang ijo
Setelah Lebaran saya coba kembali lagi jualan es kacang ijo, namun nampaknya teman-teman sudah bosan sehingga keuntungannya sudah tidak manis lagi. Sepanjang perjalanan pulang kerja saya merenung ” wah kalo kaya gini terus kapan bisa punya rumah nih”. Banyak buku memberi tips, untuk bisnis sambilan cobalah yang sesuai dengan hobi anda, dan berhubung hobi saya membaca maka saya putuskan untuk membuka toko buku online. Pada masa itu toko buku online sudah menjamur maka saya putuskan untuk menggarap segmen buku-buku islam. Masalah baru timbul, saya harus memulai darimana? Pengalaman bisnis ga ada, relasi nol, modal “cekak”. Bayangkan saja saya tidak tahu apapun untuk memulai bisnis toko buku online!!
Sebagai seorang muslim saya harus kreatif, saya mulai browsing kesana-kemari untuk mempelajari bagaimana membuat toko buku online, saya belajar bagimana membuat toko online, teknik desain web yang menarik, cara mengelola bisnis, mencari mitra bisnis bahkan cara memesan web hosting. Dengan susah dicampur pusing saya mencoba membuat web, dengan prinsip coba… error…coba…error, coba lagi….error lagi…sampai akhirnya berhasil ( saya termotivasi sama Thomas Alfa Edison yang setelah sekian ribu kali ekprerimen yang gagal akhirnya ia berhasil membuat lampu pijar..). Maka tepat tanggal 17 maret 2007 toko buku online saya dilaunching. Toko buku ini bisa diklik di www.sahabatmuslim.com. Toko ini saya beri nama sahabatmuslim dengan harapan agar toko buku ini bisa menjadi sahabat setia kaum muslimin yang haus akan ilmu. Pada masa-masa awal itu saya yang pusing membuat web, saya sendiri yang menghubungi penerbit, saya sendiri yang mengantar buku diselang-selang jam istrirahat dan setelah pulang kantor. Alhamdulillah saat ini saya sudah memiliki karyawan, sehingga operasional toko bisa dikerjakan oleh orang lain.
Saya juga pernah mencoba untuk berjualan buku islam secara offline dengan menyewa toko. Namun setelah setahun tepatnya akhir Maret 2010 ini terpaksa toko tersebut saya tutup sebab dengan toko bukannya meningkatkan profit malah menurunkan profit. Walaupun saya menghabiskan hampir 30 juta untuk membuka toko offline tersebut namun saya dan istri sepakat uang yang “hilang” tersebut kami anggap sebagai biaya untuk belajar bisnis.
Nampaknya berbisnis buku islam yang menjadi batu loncatan saya kedalam bisnis internet. Selain orderan buku saya juga mendapat pesanan-pesanan dari teman-teman untuk dibuatkan website toko online. Hal tersebut memacu saya untuk terus belajar mengenai internet dan mengembangkan skill saya, dan akhirnya saya membuat bisnis baru jasa Web & ecommerce development yang diberi nama www.trunojoyo.com.
Seperti motto komunitas bisnis yang saya ikuti ( www.tangandiatas.com) ” Take Action Miracle Happen..No Action Nothing Happen”. Andaikata saat itu saya tidak mau small action ( jualan es kacang hijau) dan masih disibukkan dengan bermimpi dan menyalahkan kondisi mungkin sekarang saya masih dengan penghasilan yang kecil. Alhamdulillah dengan langkah kecil itu sekarang penghasilan saya bisa berlipat-lipat dan bisa membuka lapangan pekerjaan dan bermanfaat untuk orang lain. Salah satu mimpi saya untuk memiliki rumah sendiri akhirnya tercapai juga di bulan November 2009. Semoga Allah terus memberikan keberkahan kepada bisnis ku, Amiin.
“Didedikasikan untuk Pesta Wirausaha 2010, dalam rangka Milad 4 TDA”
Tagged bisnis, Stop Dreaming Start Action, tda






odin28/08/2009 at 2:15 am
hm…mantabs…semoga saya segera bisa take actions ya..tidak hanya ngomong saja
busana muslim28/08/2009 at 3:51 am
Nice.. post, maksih sharingnya yah mas jaya semoga dapat menularkan semangat actionya pada saya dan teman-teman
tabik “moeslih”
Yuli30/08/2009 at 8:52 pm
Kayaknya emang kita ini dibuat bukan dari tanah biasa ya, Mas Jay…
Udah sering jatoh tapi masih bisa bangkit.
Hayuk, Mas… terus semangat. Insya Allah suatu saat sukses jadi milik kita.