<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tikak.com &#187; Computing</title>
	<atom:link href="http://tikak.com/category/computing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tikak.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Apr 2012 16:01:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Membuat Router dengan Ubuntu</title>
		<link>http://tikak.com/membuat-router-dengan-ubuntu/</link>
		<comments>http://tikak.com/membuat-router-dengan-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 23:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computing]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[router]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikak.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Banyak rumah saat ini sudah memiliki akses Internet mandiri. Beberapa di antaranya bahkan telah menggunakan koneksi broadband dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Pertanyaannya, bisakah koneksi Internet tersebut dibagi-pakai ke banyak PC atau notebook di rumah? Jawabnya bisa, dengan router! Router yang akan dibuat — meskipun untuk kelas rumahan — dijamin memiliki kestabilan dan keamanan kelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak rumah saat ini sudah memiliki akses Internet mandiri. Beberapa di antaranya bahkan telah menggunakan koneksi broadband dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Pertanyaannya, bisakah koneksi Internet tersebut dibagi-pakai ke banyak PC atau notebook di rumah? Jawabnya bisa, dengan router!</p>
<p>Router yang akan dibuat — meskipun untuk kelas rumahan — dijamin memiliki kestabilan dan keamanan kelas enterprise karena didukung dengan sistem operasi Linux. Eits, jangan alergi dulu dengan Linux. Linux yang ini sengaja dipilih dari distro Ubuntu Desktop — distro Linux termudah dan banyak digunakan sebagai terminal kerja. Kami jamin, Anda enggak bakal bertemu dengan perintah baris Linux yang banyak ditakuti oleh pengguna awam.</p>
<p>Di sini kita akan menggunakan Linux Ubuntu Desktop versi 8.10 (Intrepid Ibex). Namun pengguna Ubuntu versi di bawahnya juga tetap dapat mengikuti langkah yang sama. Oh ya, router yang akan kita buat menggunakan aplikasi Firestarter (www.fs-security.com) yang punya lisensi gratis 100%. Aslinya, aplikasi ini adalah sebuah firewall dengan fitur router. Jadi router Anda nantinya akan memiliki fasilitas firewall. Asyik, kan?</p>
<p>Mari kita mulai. Sebagai langkah awal, siapkan PC yang sudah ter-instal Ubuntu dan memiliki koneksi Internet aktif sehingga Anda bisa browsing di sana. Jangan lupa sediakan pula sebuah kartu jaringan tambahan untuk menghubungkan Ubuntu ke jaringan lokal.</p>
<p><strong>Instalasi Komponen Utama</strong><br />
1. Ada dua komponen utama yang harus di-instal sebelum kita dapat memfungsikan PC sebagai router, yaitu Firestarter dan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Komponen DHCP hanya perlu di-instal jika Anda ingin alamat IP dialokasikan otomatis kepada klien. Jika ingin melakukan konfigurasi alamat secara manual, DHCP tidak wajib di-instal. Untuk meng-instal Firestarter dan DHCP, klik menu System &gt; Administration &gt; Synaptic Package Manager (SPM). Kemudian masukkan password root Ubuntu Anda (jika diminta).</p>
<p>2. Dari jendela SPM, manfaatkan fasilitas “Quick Search” untuk mencari paket Firestarter. Jika sudah ketemu, klik kotak kecil di sebelah paket Firestarter dan pilih “Mark for Installation”.</p>
<p>3. Selanjutnya, dengan cara yang sama, lakukan pencarian untuk paket DCHP. Jika SPM menyajikan banyak pilihan, pastikan Anda memilih paket “dhcp3-server”. Klik kembali kotak kecil dan pilih “Mark for Installation”. Kemudian klik tombol “Apply” dengan ikon centang hijau yang ada di atas. Sisanya biar Linux yang mengerjakan.</p>
<p><strong>Konfigurasi Router</strong><br />
4. Jika instalasi berjalan dengan mulus, langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi Firestarter agar semua koneksi dari klien bisa diteruskan ke Internet. Jalankan Firestarter dari menu Applications &gt; Internet &gt; Firestarter dan masukkan password root Ubuntu jika diminta.</p>
<p>5. Dari jendela utama Firestarter, klik menu Preferences di bagian atas (pastikan tab “Status” aktif), kemudian pilih Network Setting. Perhatikan 2 kotak drop-down yang ada di sana. Kotak drop-down paling atas adalah antarmuka jaringan yang terkoneksi dengan Internet. Jika menggunakan kartu jaringan Ethernet, antarmuka yang ditunjukkan kemungkinan besar adalah “eth0”. Sementara kotak drop-down kedua menunjukkan antarmuka untuk jaringan lokal.</p>
<p>6. Jika sudah ditentukan mana jaringan Internet dan lokal, Anda tinggal mengaktifkan (centang) opsi “Enable Internet connection sharing” dan “Enable DHCP for the local network” (alokasi IP klien otomatis). Rentang alokasi IP menggunakan DHCP juga bisa Anda tentukan sendiri, dengan mengklik tanda panah hitam di sebelah opsi “DCHP server details”. Opsi lain di jendela ini bisa dibiarkan apa adanya, karena kita tidak terlalu membutuhkannya.</p>
<p>7. Setelah semua selesai disetel, klik tombol “Accept”. Dengan mengklik tombol “Start Firewall”, PC Anda sudah menjadi sebuah router untuk berbagi koneksi Internet. Mudah, bukan?</p>
<p><strong>TIPS: Bonus Firewall</strong></p>
<p>Tidak lengkap rasanya jika sebuah router tidak dilengkapi dengan pengaman tambahan untuk menangkal serangan yang sangat mungkin datang dari sisi Internet. Untungnya, Firestarter memang didesain untuk mengamankan PC yang terhubung ke Internet, termasuk klien-kliennya yang terhubung melalui fasilitas Internet Connection Sharing.</p>
<p>Sebenarnya, secara default, Firestarter sudah bekerja sebagai firewall sejak pertama kali diaktifkan. Tetapi setelan default menurut kami masih memiliki banyak lubang yang jika tidak ditutup bukan tidak mungkin bakal ditembus cracker.</p>
<p>Apabila keamanan menjadi prioritas Anda saat berselancar-ria, tidak ada salahnya mengikuti langkah-langkah sederhana berikut.</p>
<p>A. <strong>Menghadang Serangan dari Luar</strong><br />
1. Buka kembali jendela Preferences di Firestarter. Kali ini pilih “ICMP Filtering” dan aktifkan (centang) opsi “Enable ICMP Filtering”. Abaikan opsi lain di bawahnya jika memang tidak ada fitur lain dari protokol ICMP yang diizinkan diterima PC. Selanjutnya, klik tombol Accept.</p>
<p>2. Kembali ke jendela utama Firestarter, lalu pilih tab “Policy”. Di opsi Editing, pastikan terpilih “Inbound traffic policy” yang artinya kita akan membuat aturan tentang “siapa saja yang boleh mengakses PC atau port dari sisi Internet”. Jika tidak ada port yang boleh diakses dari Internet, maka pastikan daftar “Allow connection from host”, “Allow service”, dan “Forward service” dalam keadaan kosong. Sebaliknya, jika ingin membolehkan sebuah host dari sisi Internet terkoneksi ke router ini, klik kanan area kosong di daftar “Allow connection from host” dan pilih “Add rule”. Kemudian masukkan alamat IP dari host yang diizinkan mengakses router. Jika sudah, jangan lupa klik tombol “Add” dan “Apply”. Cara yang sama bisa dilakukan untuk membolehkan koneksi port/service dari Internet, hanya saja Anda harus bekerja di daftar “Allow service”.</p>
<p>3. Jika sudah, coba tes PC Anda dengan bantuan situs audit keamanan milik Gibson Research (www.grc.com). Bandingkan hasil sebelum dan sesudah konfigurasi dilakukan (lihat apakah Anda mendapat predikat “Passed” pada TruStealth Analysis atau tidak).</p>
<p>B. <strong>Membatasi Akses URL Klien</strong><br />
Setelah berhasil membatasi akses dari luar, sekarang kita akan membuat batasan terhadap klien yang akan mengakses Internet. Hal ini sangat berguna jika Anda ingin menghemat bandwidth atau mencegah pengguna di bawah umur mengakses situs yang tidak semestinya. Begini cara melakukannya.</p>
<p>1. Dari jendela utama Firestarter, klik tab “Policy” dan ubah dropdown editing menjadi “Outbound traffic policy”. Opsi ini dipakai untuk membatasi akses klien lokal ke Internet atau kebalikan dari “Inbound traffic policy” yang telah kita bahas di atas.</p>
<p>2. Akan muncul dua radio button yang masing masing berisi opsi “Permissive by default, black list traffic” dan “Restrictive by default, whitelist traffic”. Permissive by default digunakan jika Anda ingin mengizinkan semua lalu lintas data dari klien ke Internet dan menggunakan daftar policy untuk memblok alamat, host atau service/port tertentu. Sebaliknya, Restrictive by default digunakan untuk memblok semua lalu lintas data dari klien ke Internet dan menggunakan daftar policy untuk membolehkan akses ke alamat, host atau service/port tertentu. Jika ingin memblokir alamat tertentu saja, pilih Permissive by default.</p>
<p>3. Untuk memerintahkan agar Firestarter memblokir situs tertentu, lakukan dengan mengklik kanan area kosong di daftar “Deny connection to host”, lalu pilih “Add rule”. Masukkan alamat IP atau nama domain (tanpa “http://”) di field “IP, host or network”, lalu klik Add. Jika sudah, jangan lupa mengklik Apply di bagian atas jendela Firestarter. Coba kunjungi alamat yang diblokir tadi menggunakan browser.<br />
<strong><br />
sumber: PCplus</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikak.com/membuat-router-dengan-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ubuntu 9.10</title>
		<link>http://tikak.com/ubuntu-9-10/</link>
		<comments>http://tikak.com/ubuntu-9-10/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 10:27:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computing]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikak.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya cd installer Ubuntu 9.10 tiba juga. Buat teman-teman yang ingin juga mendapatkan cd installer Ubuntu 9.10 bisa ikutan mendaftar sebagai penerima CD &#8220;GRATIS&#8221; Ubuntu di https://shipit.ubuntu.com/ . Ubuntu 9.10 dirilis pada tanggal 29 Oktober 2009 dengan code name &#8220;Karmic Koala&#8221; sebagai wujud kepedulian dalam pelestarian binatang dan habitat Koala yang jumlahnya semakin sedikit. InsyaAllah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya cd installer Ubuntu 9.10 tiba juga. Buat teman-teman yang ingin juga mendapatkan cd installer Ubuntu 9.10 bisa ikutan mendaftar sebagai penerima CD &#8220;GRATIS&#8221; Ubuntu di <a href="https://shipit.ubuntu.com/" target="_blank">https://shipit.ubuntu.com/ </a>. Ubuntu 9.10 dirilis pada tanggal 29 Oktober 2009 dengan code name &#8220;Karmic Koala&#8221; sebagai wujud kepedulian dalam pelestarian binatang dan habitat Koala yang jumlahnya semakin sedikit.</p>
<p>InsyaAllah, secepatnya saya akan mencoba menginstallnya di <a href="http://tikak.com/laptop-lenovo-g430/" target="_blank">laptop kesayangan </a>saya dan memberikan artikel dan perkembangan selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikak.com/ubuntu-9-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Bunyi Beep pada Komputer Anda</title>
		<link>http://tikak.com/arti-bunyi-beep-pada-komputer-anda/</link>
		<comments>http://tikak.com/arti-bunyi-beep-pada-komputer-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 21:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computing]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikak.com/arti-bunyi-beep-pada-komputer-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar Komputer Anda berbunyi setelah masuk ke BIOS? Nah, pada Episode kali ini kita akan berkenalan dengan bunyi-bunyian yang mencemaskan&#8230;.. Tidak ada bunyi Beep sama sekaliBerterima kasihlah Anda kepada Tuhan karena memang komputer Anda tidak bermasalah&#8230;&#8230; Tapi tetap tidak mau bekerja?Nah, berarti ada masalah nih&#8230;. Kemungkinan pertama adalah Power Supply, coba Anda periksa kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar Komputer Anda berbunyi setelah masuk ke BIOS? Nah, pada Episode kali ini kita akan berkenalan dengan bunyi-bunyian yang mencemaskan&#8230;..</p>
<ol>
<li>Tidak ada bunyi Beep sama sekaliBerterima kasihlah Anda kepada Tuhan karena memang komputer Anda tidak bermasalah&#8230;&#8230; Tapi tetap tidak mau bekerja?Nah, berarti ada masalah nih&#8230;. Kemungkinan pertama adalah Power Supply, coba Anda periksa kembali apakah Power Supply Anda telah dipasang dengan benar. Periksa juga tegangan yang masuk apakah sesuai dengan kebutuhan. Kalau semuanya sudah benar berarti Power Supply Anda yang bermasalah&#8230;.. Kemungkinan Kedua adalah Motherboard, periksa apakah Mobo anda masih berfungsi dengan benar. Kemungkinan ketiga adalah Speaker Internal Anda, coba periksa kembali apakah kabel speaker internal anda telah terpasang dengan benar pada Mobo.</li>
<li>Bunyi Beep satu kaliSiplah kalo cuma bunyi sekali, ini berarti semua komponen dalam keadaan baik-baik saja tetapi ada yang tidak terpasang dengan benar. Tetapi jika berbunyi satu kali dan tidak ada gambar di monitor, ada baiknya anda periksa kembali VGA card anda apakah sudah terpasang dengan benar sekalian juga periksa kabel yang berhubungan dengan monitor anda. Jika keadaan tetap tidak berubah coba anda periksa mobo anda apakah masih berfungsi dengan benar atau tidak. Jika hal ini terjadi kemungkinan ada masalah dengan salah satu chip di mobo. Langkah yang paling aman adalah mengganti mobo anda.Catatan : sebelum mengganti mobo sebaiknya coba perhatikan apakah mobo anda berdebu? coba bersihkan kemungkinan salah satu komponen antara vga dan memori salah satu slotnya bermasalah.</li>
<li>Bunyi Beep dua kaliKalau anda mendengar bunyi seperti ini sebanyak dua kali bisa dipastikan memori anda yang bermasalah. Periksa fasilitas grafis anda apabila berfungsi dengan benar maka akan muncul error pada monitor. Jika tidak berarti ada masalah dengan parity bagian 64KB yang pertama. Periksa SIMM yang ada, kemudian lakukan booting ulang. Jika bunyi masih terdengar berarti ada masalah dengan chip memori. Ganti kedudukan memori pada slot yang lain. Jika memori dalam keadaan berfungsi tetapi bunyi masih terdengar ada baiknya anda mengganti mobo.</li>
<li>bunyi Beep tiga kaliLakukan pemeriksaan seperti nomor 3, biasanya kerusakan atau permasalahannya hampir sama dengan bunyi beep dua kali.</li>
<li>Bunyi Beep empat kaliLakukan pemeriksaan seperti nomor 3, biasanya kerusakan atau permasalahannya hampir sama dengan bunyi beep dua atau tiga kali. Pada bunyi beep tiga kali masalah juga mungkin terjadi karena timer pada pc yang kurang berfungsi dengan baik.</li>
<li>Bunyi Beep lima kaliProtes keras bukan cuma dilakukan para mahasiswa tapi juga oleh memori. Periksa memori anda muali dari slot sampai chip memori apakah masih berfungsi dengan benar. Coba cabut dan pasang kembali setelah itu booting ulang. Jika masih terdengar bunyi yang sama coba pinjam prosesor teman anda&#8230; hehe&#8230;.mungkin saja prosesor anda yang rusak.</li>
<li>Bunyi Beep enam kaliKemungkinan terbesar terjadi pada chip dalam mobo yang mengendalikan fungsi keyboard. Coba atur kembali posisi chip jika tidak disolder. Jika bunyi masih terdengar coba ganti chipset dengan yang baru jika dimungkinkan. Ini juga kalo chipsetnya tidak disolder mati ke mobo. Jika tidak terpaksa anda mengganti dengan mobo yang baru.</li>
<li>Bunyi Beep tujuh kaliBunyi tujuh kali, pusing tujuh keliling&#8230;. Buat kita-kita yang masih mahasiswa masalah ini bisa jadi bakal mengorek habis cadangan devisa yang dimiliki. Kemungkinan yang bermasalah adalah Mobo dan Prosesor&#8230;. Coba perhatikan pin (kaki pada prosesor) apakah ada yang patah. Atau prosesor anda memang bermasalah. Bisa juga karena mobo anda yang kurang beres. Coba lakukan pengujian dengan memasang prosesor pada pc lain yang menggunakan prosesor yang sama. Jika prosesor berfungsi dengan baik maka mobo anda yang bermasalah. Jalan yang terbaik adalah dengan mengganti salah satu komponen yang kurang beres tadi.</li>
<li>Bunyi Beep delapan kaliBisa dipastikan vga alias kartu grafis anda yang bermasalah. Coba pasang ulang dan periksa kembali semua interface yang berhubungan denga kartu grafis ini&#8230; Jika masih bermasalah kemungkinan kerusakan terjadi pada memori dalam kartu grafis atau malah keseluruhan kartu grafis anda. Langkah terbaik adalah mengganti kartu grafis dengan yang baru.</li>
<li>Bunyi Beep sembilan kaliBIOS anda bermasalah&#8230;&#8230; coba ganti atau upgrade BIOS anda, kalau masih bermasalah lagi-lagi harus mengganti mobo.</li>
<li>Bunyi Beep sepuluh kaliHehehe&#8230; maaf bener nih pembaca&#8230;. lagi-lagi harus ganti mobo&#8230;. soalnya CMOS-nya radang usus buntu.</li>
<li>Bunyi Beep sebelas kaliNah, kalo yang ini bisa jadi karena cahce memori maka PC secara otomatis mendisable-nya untuk anda. Yang harus dilakukan adalah mengaktifkannya kembali dengan menekan tombol ctrl+alt+shift++Kalo masih kurang tokcer&#8230; silahkan ganti memori anda..</li>
</ol>
<p>Sekian dulu ya&#8230;&#8230;..Seperti kata pepatah&#8230;. Tak ada gading yang tak retak&#8230;. maka bisa saja apa yang saya kemukakan disini tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan&#8230;. Langkah terbaik untuk mengetahui dengan pasti permasalahan yang terjadi karena bunyi beep tersebut adalah dengan menguji coba pada PC yang berfungsi dengan benar. Coba anda ganti satu persatu dengan komponen yang dicurigai bermasalah. Hal ini juga sering saya lakukan biarpun saya sudah mempunyai panduan bunyi beep tsb.INGAT!!! &#8220;Jangan Percaya Sebelum Membuktikan<br />
Posted by K4m3s3n1n</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikak.com/arti-bunyi-beep-pada-komputer-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

